Fullmoon

Lihatlah langit malam ini, bulan purnama sempurna. “Tapi, bukankah di dunia ini tidak ada yang sempurna?” katanya. Senyap. Kami pun kembali menatap sang pemilik malam, hanyut dalam pikiran masing-masing.

Lihatlah langit malam ini, bulan purnama sempurna. Kala manusia terhipnotis pesona magis sang pemilik malam, sang purnama merasa buruk rupa banyak cela.

Lihatlah langit malam ini, bulan purnama sempurna. Di suatu sudut penjuru semesta, seorang anak Adam remuk redam. Hatinya perlahan meredup padam.

Lihatlah langit malam ini, bulan purnama sempurna. Ada dia yang sangat mencintaimu, entah untuk keberapa kalinya terjatuh tertatih. Menyambung serpihan hati yang berhamburan.

Lihatlah langit malam ini, bulan purnama sempurna. “Akankah kamu akhirnya memiliki rasa saat aku tak lagi ada”, bisikku. Sebab tak kan pernah ada yang abadi di dimensi fana ini.

Lihatlah langit malam ini, bulan purnama sempurna. Sudahi sajalah, tutup kedua mata kita. Kala nafas masih berhembus, ada dosa yang harus ditebus.

Selamat pagi, wahai sang pemilik malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.